Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Monday, June 17, 2013

Dino, Mengantarkan Saswco Bandung ke Old Trafford

Orang Bandung dan sekitarnya, khususnya yang menyukai bola dan Persib Bandung tentu saja,  pasti kenal dengan nama Weldi Drieno. Minimal pernah mendengar namanya. Paling tidak pernah membaca namanya di harian Pikiran Rakyat.

Dia orang Minang, dan pengusaha garmen sukses di Kota Kembang.  Lelaki separoh baya ini terkenal dengan produknya,   Music T-shirt.   Tapi dibalik aset niaganya yang  mungkin sudah puluhan atau ratusan miliar rupiah itu, dia adalah seorang pecinta sepakbola sejati.  Orang yang punya komitmen tinggi pada pembinaan sepakbola usia dini.
13712197991336179367
Weldi Drieno. pria yang selalu merasa muda.
Tahukah Anda,  komitmennya itu telah menghasilkan buah yang manis saat ini. Klub miliknya, Saswco Bandung, tampil sebagai juara regional Asia Fasific dalam Manchester United Premier Cup (MUPC) U-15 tahun 2013. Dalam putaran final regional yang berakhir Kamis lalu di Penang Malaysia,  Saswco yang menjadi wakil Indonesia mengalahkan Thailand melalui adu penalti, dengan skor 9-8.
Atas keberhasilan ini, untuk pertama kali sepanjang tujuh kali penyelengggaraan MUPC, ada wakil Indonesia yang akan tampil di MUPC final di Theatre of dreams Old Trafford Manchester. Rencananya, MUPC Finals ini akan digelar 2 Agustus 2013 mendatang.
Tanpa banyak omong, tanpa gembar-gembor berlebihan, Weldi Drieno atau akrab disapa Dino itu, dengan Saswco-nya membuat sejarah dan memberi sedikit kebanggaan bagi sepakbola Indonesia.
“Luar biasa, ini sebuah sejarah bagi sepakbola Indonesia, pertama kali akan ada wakil Indonesia di putaran final di Old Trafford. Jantung saya nyaris copot saat adu penalti yang menegangkan itu, tapi Alhamdulillah kita yang menang, dan impian anak-anak  ke Old Trafford terwujud.”ujar lelaki  paroh baya itu  saat berbagi kabar gembira dengan  saya tadi siang.
Dino, saat ini memilki tiga klub yang berkompetisi di divisi utama Persib. Disamping Saswco, klub Jetira dan Java juga miliknya. Dia juga pernah tercatat sebagai pengurus Persib Bandung. Di era dia jadi manejer tim, Persib Yunior juara nasional Liga remaja 2003.
1371219922436941152
Saswco Bandung, wakil Indonesia yang juara MUPC U-15 tingkat Asia Facific di Penang…. Old Trafford kami datang!
Selain itu dia juga punya SSB yang diberi nama Saswco juga. Prestasi terbaru SSB-nya ini, runner up Festival Danone Cup U-12 2013 tingkat nasional, awal bulan ini di Lapangan sumantri Brojonenoro, Jakarta.
SSB Saswco sebagai wakil Jawa Barat kalah adu penalti dari SSB Tugu Muda Semarang, Jawa Tengah, sehingga gagal ke festival Danone tingkat dunia di London. Tapi kegagalan itu ditebus oleh Saswco U-15 dengan menjadi wakil Asia ke Manchester.
Itulah Dino, dengan SSB dan klub-klub amatirnya bekerja mengumpulkan pemain-pemain muda berbakat untuk menciptakan pemain sepakbola berkualitas.  Beberapa nama populer yang beredar di kompetisi profesional saat ini adalah alumni Saswco, sebut saja Ferdinand Sinaga, Eki Nurhakim, Gilang Angga Kusuma, Shahar Ginanjar, dan Wildansyah.
1371220080631155559
SSB Saswco U-12, runner up Festival Danone Nasional 2013. Ada Dino, H.Yasman, dan Nil Maizar disana.
Selidik punya selidik, ternyata  Dino yang berasal dari Sungayang, Tanah Datar  ini  juga terinspirasi dengan salah seorang saudara atau kerabatnya  dari pihak ayah, yaitu H. Yasman  Yanusar, seorang pebisnis handal juga,  yang kini tercatat sebagai tokoh sepakbola dan futsal di Sumbar.
H. Yasman ini juga tercatat sebagai salah satu pendiri klub Saswco  tahun 2001 di Bandung.  Dikampung halaman mereka di Sungayang kedua orang ini juga punya klub yang bernama Jordus FC.  Bukan klub profesional, tapi klub kampung yang  menyalurkan hasrat bermain bola anak-anak muda yang ingin meraih prestasi di sepakbola.
Tapi yang menarik,  duet dari Sungayang  ini  lebih tertarik  pada pembinaan sepakbola usia dini, ketimbang ikut “hura-hura” mengurus klub-klub di kompetisi profesional , tapi ternyata masih banyak yang jauh dari profesional. Padahal jika dua saudara ini bersatu membentuk tim profesional, dijamin 100 persen klubnya tidak akan kekurangan finansial.
Saya jadi berfikir, setelah berbincang panjang lebar dengan dua bersaudara dari Sungayang  ini.  Semoga makin banyak  orang-orang seperti mereka di dunia sepakbola Indonesia, orang yang punya komitmen tinggi, bahwa membangun sepakbola itu kuncinya  memang ada di pembinaan  usia dini

No comments:

Post a Comment