Tuesday, May 17, 2011

3500 Anak Diseleksi Untuk Real Madrid SSS Samarinda

SAMARINDA - Manajemen klub elit Spanyol, Real Madrid, menjadikan Indonesia bagian dari program pembinaan sepakbola yang mereka gagas di beberapa negara. Samarinda adalah salah satu dari 6 kota di Tanah Air yang ditetapkan sebagai pusat pembinaan tersebut, dengan sebutan Sekolah Sosial Olahraga Sepakbola Real Madrid.
Lima kota lainnya, adalah Banda Aceh,  Jogjakarta, Surabaya, Jayapura, dan Makassar. Ketua Ikatan Atlet Nasional Indonesia (IANI) Kaltim, Suryadi Gunawan mengatakan, program ini diproyeksikan mulai efektif Januari 2012. Terkait program inilah, sehingga digulirkan turnamen Gubernur Cup untuk berbagai kelompok umur putra dan putri. Mulai dari umur 7 tahun hingga 18 tahun.
“Ini merupakan wujud pembinaan berkesinambungan,” kata Suryadi.
Menurut dia, IANI yang diberi amanah menjadi Panitia Gubernur Cup, menyelenggarakan event ini sejak Maret 2011. Empat kelompok umur sudah rampung, yakni  U-7, U-8, U-12, dan U-13. Sementara, 6 kelompok umur lagi masih bergulir sampai Juli mendatang. Yakni, U-9, U-10, U-14 dan 15, serta U-16 sampai 18 tahun. Kemudian, kelompok umur khusus putri U-7 sampai 12 tahun, dan U-13 sampai 15 tahun.
“Jumlah pemain dalam 1 tim maksimal 20 orang. Pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi, dan kami terapkan peringkat tiga bersama,” kata Suryadi.
Data yang dihimpun IANI terdapat sekitar 175 tim dari 130 Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kaltim, dengan total 3.500 pemain yang ambil bagian dalam turnamen tersebut.
“Ini potensi luar biasa. Masak 3.500 pemain usia dini yang digodok, tidak ada yang bisa jadi pemain profesional. Jadi, kita harus yakin,” jelas pria yang berencana mengikuti pendidikan manajemen pembinaan olahraga di Amerika, Juli mendatang.
Dari 3.500 pemain itu, menurut Suryadi, akan dipilih 100 orang untuk masuk Sekolah Sosial Olahraga Sepakbola Real Madrid. 100 pemain itu termauk yang akan direkrut melalui Liga Pendidikan, yang digarap Dinas Pendidikan (Disdik) bekerja sama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Pengprov PSSI Kaltim. Pelatihnya, akan didatangkan langsung dari Spanyol.
“Kami sedang mengurus tempat dan kebutuhan lainnya. Jadi, jangan hanya dilihat bahwa Gubernur Cup itu hadiahnya cuma Rp 3 juta, karena misi yang diembannya besar,” kata Suryadi. 
Menurutnya, anggaran dari Pemprov Kaltim tahun ini sebenarnya mencapai puluhan miliar, tapi peruntukannya untuk beasiswa simultan bagi atlet/pemain berprestasi. Bagi cabor perorangan senilai Rp 2 juta (peringkat pertama), Rp 1,75 juta (peringkat kedua) dan peringkat tiga Rp 1,5 juta. Sementara bagi cabor beregu seperti sepakbola, peringkat pertama Rp 1,75 juta setiap pemain, peringkat kedua Rp 1,5 juta, dan peringkat tiga Rp 1,25 juta.
“Beasiswa simultan itulah yang dimanfaatkan. Sedangkan operasional panitia diperoleh dari swadaya pemerhati (sponsor, Red.),” jelas Suryadi, sekaligus meluruskan anggapan miring yang menyebut hadiah juara Gubernur Cup sebesar Rp 3 juta tidak sepadan dengan level turnamennya

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...